Lembaran Lama
Suatu ketika tiba-tiba muncul pop-up window yang isinya messenger dari seorang teman lama. Menanyakan kabar, menanyakan berita & meng-update informasi diantara mereka berdua. Kabar tentang masing-masing, berita tentang pasangan masing-masing & informasi teman-teman yang lain.
Masing-masing sudah punya mimpi serta target dalam hidup. Berusaha memberikan kesan yang baik & ramah. Ntah itu jujur atau tidak. Yang pasti keduanya saling mencari-cari tahu tentang kabar hidup masing-masing. Ntah untuk apa pula, mungkin agar pembicaraan tidak menjadi garing, atau mungkin keduanya memang benar-benar tulus untuk menanyakan keadaan.
Salah satu hal yang membuat kejadian itu menjadi sebuah senyuman manis adalah tiba-tiba keduanya serasa terhisap ke dalam putaran waktu yang lampau, kembali ke masa di mana masih saling bertemu setiap harinya. Ya, mengingat itu bukan berarti mereka tak mau beranjak ke masa sekarang dan ke masa depan. Tapi mengingat itu membuat mereka belajar dari kesalahan yang dulu diperbuat. Menjadikan mereka lebih kuat dan lebih bijaksana dalam melalui kehidupan. Agar kesalahan itu tak terulang lagi dengan orang-orang terdekatnya.
Dan pada akhirnya…., saya [harus/jadi/yang] belajar…












putaran waktu datang dalam gelombang kenangan, dan harapan datang dalam deburan kekhawatiran.
lembaran lama yang membuka kembali seperti angin yang menerpa rambut halus di dahi.
Life is a continuous learning ground.. and may the encounter of a long lost friends brings you a new perspective on how to maintain a friendship. I am looking forward to reading the future postings of yours.. kind regards from Liberia, the jewel of west africa..
menengok kebelakang sejenak kadang diperlukan baik untuk bercemin maupun sekedar mengais kenangan ya…
Melihat masa lalu? Penting! Untuk bahan referensi diri, untuk rencana-rencana ke depan. Kan?
Hmm.. masa lalu sepertinya memang enak untuk dikenang n gak harus dilupakan.. Hehehe
Hmm.. ngomongin Z ya..?
Just guess lah Du…