Thu 24th Aug, 2006, puisi, syair, lagu

Dia & Nya

Dia datang, aku pergi, aku belum mengenal Nya
Dia dekati, aku hindari, aku masih belum mengenal Nya
Dia diam, aku diam, diam juga seperti Nya
Dia sakiti, aku marah, masih juga diam seperti biasa Nya
Dia pergi, aku tegar, tak ada gerakan dari Nya
Dia datar, aku datar, mulai terlihat gerakan Nya
Dia dengan dunianya yang baru, aku menemukan duniaku, terlihat pergerakan Nya dengan jelas
Dia terlupa, aku bersemi, terucap perasaan Nya
Dia bertemu yang lain, aku menemukan Nya, pertemuanku dengan Nya
Dia telah berlabuh, aku masih dalam perjalanan, berjalan bersama Nya
Semoga Dia, Aku dan Nya menemukan kebahagiaan yang hakiki.

Tue 22nd Aug, 2006, keluh-kesah

Ngobrol

Ibu: "Kamu kurus amat sih???"
       "Liat tuh tgn km kecil amat…sama kayak tgn bayi"
Tante: "Iya neh…kecil amat"
Ibu: "Tinggal disenggol dikit pasti lgsg patah"
       "Liat aja itu tulang pipinya menonjol"
*Sigh* Yang menonjol bukan dadanya tapi tulang pipinya, bilang aja kayak gitu sekalian kataku dalam hati.

Ibu: "Kamu tuh tnyt kurus2 makannya banyak"
      "Kasian deh kamu mesti ditawarin dulu br bs nambah…."
*Sigh* Klo Slank nyanyi Makan Ga Makan Asal Ngumpul…kalo aku nyanyi Makan Ga Makan Tetep Dikomentarin.

Ibu: "Sini…coba bantu ibu ngelap piring yg br dicuci tadi. Bisa kan?"
       "Hati2 jgn smp lepas, licin lho"
       "Aduh…ibu ngeri liat km ngelap piring gitu…takut piringnya jatoh abis tangan km kecil amat sih kayak ga ada tenaganya"
*Sigh* Kok kayaknya nih piring jadi makin licin aja ya, bntr lg juga jatoh beneran dr tgn ku.

Sepupu: "Kak, kok tgnnya kecil bgt sih, masa tgnnya sekecil aku sih pdhl aku kan msh SD"
             "Mama…mama….masa tgnnya kakak lbh kecil dr tgnku"
*Sigh* Apaan sih nih anak…jelas2 tgn ku lbh gede dr pd dia. Emang sih aku kurus tp bkn berarti aku penyakitan kan? Berisik amat sih…

Pffiuhh….sabar & bertahan itu kata kuncinya….
Inget-inget aja selalu klo anak beliau itu nembak diri ku dan aku jawab iya… Yaaach, resiko klo main ke rmh pacar….

Tue 22nd Aug, 2006, renungan

Aku Di Antara

Novel2 bergenre "metropolis" atau pun novel pop tentang kehidupan moderen kota besar sekarang lg bnyk berjamur di toko2 buku. Yup, gw emang salah satu pembacanya. Yup (lagi), gw emang skr (cukup) sering beli sehingga menghabiskan kocek pribadi maupun kocek pacar. Dr buku2 yg gw baca & beli, semuanya memiliki keseragaman dalam gaya bahasa, tipe cerita, maupun karakter tokoh yg ada di dalamnya. It was interesting, menarik, bikin senyum dan ketawa, and pastinya membuka cakrawala baru tentang tipe gaul & gaya hidup org2 di kota besar. Klo boleh gw menarik kesimpulan, cewe2 & cowo2 yg diceritain dlm buku2 itu: rata2 merokok (bahkan perokok berat), branded oriented, suka kongkow di cafe (sekaligus penggila kopi), takut menikah, mandiri, gaul abis dan seterusnya dan seterusnya….
Sebelum baca buku2 yg bergenre spt itu, gw sempet suka juga beli buku psiko-religi alias buku psikologi yg benuansa keagamaan. Cukup menarik…., bs mengimbangi bacaan gw yg satunya lagi (which is genre metro itu). Setidaknya gw berusaha tawazun alias seimbang (gaul & religi saling beriringan), biar ga kolot2 amat & ga gaul yg kebablasan. Sekarang gw kepikiran…ada ga ya buku yg genrenya di antara itu (hehehe…kesannya grey area). Eh, ada sih buku2 yg berusaha mengimbangi keduanya tp kesannya tetep aja itu lbh ke buku yg ngajarin religi alias msh aja berat sebelah walopun sdkt. Contohnya buku2 novel agamis. Hehehe, gw nulis ini bukan untuk men-judge apa pun & siapa pun tp cm sebagai masukan dan pelampiasan uneg-uneg di dlm kepala.
Btw beneran ada ga sih yang nulis genre "grey area" itu? Gw mau dong beli and baca bukunya. Soalnya menurut gw, gw itu berada diantaranya. Ga terlalu kaku2 amat tp ga terlalu luwes2 bgt. Msh suka ngomongin org, dan ga suka klo mulut ini terlalu diam tanpa suara. Ga suka merokok, ga mau org2 terdekatnya merokok tp tetap memberikan kesempatan temennya yg emang perokok. Bukan anggota komplotan pencinta kafe & penggila kopi, tp bukan juga anggota tetap majelis mingguan. Klo dr sisi putih…gw ga putih2 amat….klo dr sisi belang (gw ga bilang hitam lho)…belang gw ga membentuk pola indah kayak zebra maupun harimau. Bukan branded oriented tp bukan juga org yg ga tau mode apalagi ketinggalan jaman. Ga suka dgn pergaulan cewe & cowo yg ga ada batasnya tp ga suka klo terlalu menutup diri. Hhmmm… ada yg bisa nunjukin novel kayak gitu ga??? Well setidaknya koleksi buku gw jd lebih berwarna (lagi)…

Mon 14th Aug, 2006, keluh-kesah

Unchained Melody

Oh, my love, my darling
I’ve hungered for your touch
A long, lonely time
And time goes by so slowly
And time can do so much
Are you still mine?

I need you love, I need your love
God speed your love to me
Lonely rivers flows to the sea, to the sea
To the open arms of the sea

Lonely rivers sigh, wait for me, wait for me
I’ll be coming home, wait for me

Oh, my love, my darling
I’ve hungered for your touch
A long, lonely time
And time goes by so slowly
And time can do so much
Are you still mine?

I need you love, I need your love
God speed your love to me

Lagu yang indah dan menyentuh hati. Sesuai dengan apa yang gw rasakan sekarang tapi sayangnya berbanding terbalik. Ini bukan berarti ada perselingkuhan atau adanya kehadiran orang lain, tapi ada saatnya kita perlu berada dalam kesendirian sejenak, sekedar untuk berfikir & mereview semua kejadian yang telah dilakukan di masa lampau. Bukan sebagai tanda berakhirnya suatu komitmen tapi sebagai momen untuk awal yang lebih baik dari sekarang dan yang lalu. So…give me some space&time to be alone. One thing for sure…i’ll be back soon.

Fri 11th Aug, 2006, Cerita & Kisah

Aku Sayang Ayah

"Bruk…Huaaaaaa…."
Bunyi yang keras dan seketika pecahlah tangis dari sebuah mulut yang mungil.
"Kamu kenapa sayang?"
Sebuah suara yang lembut namun tetap mencerminkan kekuatan tiba-tiba menghampiri.
"Kamu jatuh ya?" tanyanya.
"Sini ayah bersihkan"
Seketika diangkatnya bocah mungil itu dan dibasuhlah lukanya. Tangis si kecil pun perlahan hilang.

"Ayah, aku minta uang untuk beli buku & alat tulis yang baru. Besok kan aku sudah masuk sekolah lagi"
Seorang gadis cilik menghampiri & langsung duduk di samping ayahnya dan bicara dengan gayanya yang manja.
"Ok, ini uangnya ya. Kamu pilih sendiri mau yang seperti apa, tapi kamu harus janji untuk rajin belajar ya"
"Iya yah, aku janji" jawab gadis itu dan berlari kegirangan.

"Ayah, bulan depan ada acara study tour dari sekolahku"
"Semua anak kelas 3 wajib ikut karena itu salah satu syarat untuk kelulusan"
"Klo tidak ikut, aku bakalan disuruh buat makalah yah"
"Ayah kan tau sendiri, repot sekali klo harus buat makalah. Aku harus cari bahannya, belum lagi harus pergi ke rental untuk mengetiknya. Ayah kan tau sendiri, di dekat rmh kita tidak ada tempat rental yang dekat"
"Kalo aku ga ikut, aduuh…pasti repot banget deh"
Setelah mendengar putrinya selesai bicara, si ayah pun bertanya "Memang biayanya berapa nak?"
"Cuma 300 ribu kok yah" jawab putrinya santai.
Ayahnya pun terdiam lama…. cukup lama bahkan.
"Maafin ayah ya, ayah tidak punya uang. Klo pun ada uangnya mau digunakan untuk hal lain yang lebih penting. Ayah harap kamu mengerti."
"Kamu kan tau ayah sudah 2 tahun pensiun, dan ayah masih harus membiayai kuliah kakak2mu & juga sekolahmu"
"Jadi ayah harus menekan biaya2 lain di luar pengeluaran pokok"
Keduanya terdiam, semua terdiam. Akhirnya satu kalimat muncul dari salah satunya "Aku ngerti yah, ga apa-apa aku ga ikut"
Dalam hatinya berkata "Iya yah, aku lebih memilih melihat ayah bahagia daripada aku bahagia tapi ayah terluka"

"Ayah senang, hari ini tugas ayah untuk menyekolahkan kamu sudah selesai"
"Ayah bangga kamu sudah jadi sarjana"
"Setidaknya, langkah ayah untuk mengurus kamu sudah hampir selesai, mudah2an kamu bisa cepat mendapat pekerjaan"

"Ayah bahagia, di masa tua ayah ini ayah sudah bisa bernafas lega. Semua anak2 ayah sudah bekerja dan mandiri. Ayah tak perlu lagi mengurus kalian, sekarang ayah menikmati bahagianya saat-saat kalian mengurus ayah"

Fri 11th Aug, 2006, Cerita & Kisah

Aku Cuma Minta….

Aku Cuma Minta Bunga

"Simple kan permintaanku?" kata ku padanya. Tp tetap saja laki2 itu tidak mengerti. "Dasar cowo bodoh!!" kali ini kalimatku makin kasar. Dan kali ini juga laki2 itu masih biasa2 saja, tp mulai sedikit tersinggung karena dijuluki cowo bodoh. "Kenapa sih semuanya harus aku kasih tau? memangnya kamu ga pny inisiatif sendiri?". Laki2 ini masih cuek saja, ntah cuek karena dia tak peduli atau sebenarnya dia sadar kesalahannya, yg jelas2 tidak peka.
"Sebaiknya kita jaga jarak dulu"
"Kita ga usah kontak dulu untuk sementara waktu"
"Aku harap kamu ngerti, dan paham maksudku ini"
"Klo aku udah siap ngomong sama kamu, aku bakal sms kamu nanti"
Perlahan tapi pasti, laki2 itu ditinggalnya. Ntah apa terpikir di dalam kepala wanita itu.

Aku Cuma Minta Kamu Ngerti

"Mana aku tau klo kamu minta itu?"
"Aku kan bukan pembaca pikiran, jgn menyalahkan org dengan alasan yang ga masuk akal"
"Dasar cewe…!!"
"Makanya klo mau sesuatu, ngomong aja. Gampangkan??"
"Cuma gara2 minta bunga aja sampe kayak gitu"
Banyak sekali kalimat yang muncul di kepalanya, tp tidak ada satu pun yang keluar dr mulutnya. Hati memang panas tapi kepala tetap dingin, itu prinsipnya. Dan sampai pembicaraan itu berakhir, dia masih saja terdiam sambil melihat langkah2 kecil yang semakin lama menjauhinya.

Tue 8th Aug, 2006, keluh-kesah

Ga Ada Ide

Udah bbrp bulan terakhir ini my capability of writing things is under defined my threshold. Bener2 payah, ga ada ide sm sekali. Ga tau ya knp, mgkn krn suntuk & ga ada aktifitas yg nyata akibatnya diriku tak ada ide untuk menulis. Hari2ku jg biasa2 aja, nothing special. Knp ya? Apa ini yg dinamakan lunturnya sebuah kreativitas?? Gawat juga tuh. Mgkn kebuntuan yg terjadi ini disebabkan karena kebosanan yg cukup tinggi terhadap aktivitas harian yg monoton. Huuuuh…kasian sekali diriku. Tapi apa mau dikata ya…klo yg namanya ide ga ada yg muncul trus mau giman lagi masa mau dipaksa sih? ada juga nanti malah jd sesuatu yg buruk…gawat juga… Dimana2 sesuatu yg dipaksakan ga bgs hasilnya. So gimana ya supaya ide menulis kembali muncul & ada bahasan di blog ini? Atau setidaknya blog ini ga kelamaan ga diupdate2….Pfffiuh….