Fri 11th Aug, 2006, Cerita & Kisah

Aku Sayang Ayah

"Bruk…Huaaaaaa…."
Bunyi yang keras dan seketika pecahlah tangis dari sebuah mulut yang mungil.
"Kamu kenapa sayang?"
Sebuah suara yang lembut namun tetap mencerminkan kekuatan tiba-tiba menghampiri.
"Kamu jatuh ya?" tanyanya.
"Sini ayah bersihkan"
Seketika diangkatnya bocah mungil itu dan dibasuhlah lukanya. Tangis si kecil pun perlahan hilang.

"Ayah, aku minta uang untuk beli buku & alat tulis yang baru. Besok kan aku sudah masuk sekolah lagi"
Seorang gadis cilik menghampiri & langsung duduk di samping ayahnya dan bicara dengan gayanya yang manja.
"Ok, ini uangnya ya. Kamu pilih sendiri mau yang seperti apa, tapi kamu harus janji untuk rajin belajar ya"
"Iya yah, aku janji" jawab gadis itu dan berlari kegirangan.

"Ayah, bulan depan ada acara study tour dari sekolahku"
"Semua anak kelas 3 wajib ikut karena itu salah satu syarat untuk kelulusan"
"Klo tidak ikut, aku bakalan disuruh buat makalah yah"
"Ayah kan tau sendiri, repot sekali klo harus buat makalah. Aku harus cari bahannya, belum lagi harus pergi ke rental untuk mengetiknya. Ayah kan tau sendiri, di dekat rmh kita tidak ada tempat rental yang dekat"
"Kalo aku ga ikut, aduuh…pasti repot banget deh"
Setelah mendengar putrinya selesai bicara, si ayah pun bertanya "Memang biayanya berapa nak?"
"Cuma 300 ribu kok yah" jawab putrinya santai.
Ayahnya pun terdiam lama…. cukup lama bahkan.
"Maafin ayah ya, ayah tidak punya uang. Klo pun ada uangnya mau digunakan untuk hal lain yang lebih penting. Ayah harap kamu mengerti."
"Kamu kan tau ayah sudah 2 tahun pensiun, dan ayah masih harus membiayai kuliah kakak2mu & juga sekolahmu"
"Jadi ayah harus menekan biaya2 lain di luar pengeluaran pokok"
Keduanya terdiam, semua terdiam. Akhirnya satu kalimat muncul dari salah satunya "Aku ngerti yah, ga apa-apa aku ga ikut"
Dalam hatinya berkata "Iya yah, aku lebih memilih melihat ayah bahagia daripada aku bahagia tapi ayah terluka"

"Ayah senang, hari ini tugas ayah untuk menyekolahkan kamu sudah selesai"
"Ayah bangga kamu sudah jadi sarjana"
"Setidaknya, langkah ayah untuk mengurus kamu sudah hampir selesai, mudah2an kamu bisa cepat mendapat pekerjaan"

"Ayah bahagia, di masa tua ayah ini ayah sudah bisa bernafas lega. Semua anak2 ayah sudah bekerja dan mandiri. Ayah tak perlu lagi mengurus kalian, sekarang ayah menikmati bahagianya saat-saat kalian mengurus ayah"

Fri 11th Aug, 2006, Cerita & Kisah

Aku Cuma Minta….

Aku Cuma Minta Bunga

"Simple kan permintaanku?" kata ku padanya. Tp tetap saja laki2 itu tidak mengerti. "Dasar cowo bodoh!!" kali ini kalimatku makin kasar. Dan kali ini juga laki2 itu masih biasa2 saja, tp mulai sedikit tersinggung karena dijuluki cowo bodoh. "Kenapa sih semuanya harus aku kasih tau? memangnya kamu ga pny inisiatif sendiri?". Laki2 ini masih cuek saja, ntah cuek karena dia tak peduli atau sebenarnya dia sadar kesalahannya, yg jelas2 tidak peka.
"Sebaiknya kita jaga jarak dulu"
"Kita ga usah kontak dulu untuk sementara waktu"
"Aku harap kamu ngerti, dan paham maksudku ini"
"Klo aku udah siap ngomong sama kamu, aku bakal sms kamu nanti"
Perlahan tapi pasti, laki2 itu ditinggalnya. Ntah apa terpikir di dalam kepala wanita itu.

Aku Cuma Minta Kamu Ngerti

"Mana aku tau klo kamu minta itu?"
"Aku kan bukan pembaca pikiran, jgn menyalahkan org dengan alasan yang ga masuk akal"
"Dasar cewe…!!"
"Makanya klo mau sesuatu, ngomong aja. Gampangkan??"
"Cuma gara2 minta bunga aja sampe kayak gitu"
Banyak sekali kalimat yang muncul di kepalanya, tp tidak ada satu pun yang keluar dr mulutnya. Hati memang panas tapi kepala tetap dingin, itu prinsipnya. Dan sampai pembicaraan itu berakhir, dia masih saja terdiam sambil melihat langkah2 kecil yang semakin lama menjauhinya.