My Parallel World
Aku berada di kmrnya, berdiri, mgkn melamun. Beberapa langkah berangsur-angsur menjauhiku, agak terburu-buru. Aku tetap tak beranjak. Aku tetap berdiri sambil menatap tumpukan kertas-kertas dan kantung plastik yang berada di lantai kamar ini. Tiba-tiba aku tersadar… Aku ingat tempat ini, ini adalah kamarnya…kamar Dia. Begitu suara langkah makin menghilang, aku pun segera menyusul. Aku pun turun menyusuri tangga. Hah? Tangga? Sejak kpn rumah Dia menjadi bertingkat? Rmhnya kan hanya "One story House". Dan selama ini juga tidak ada tanda-tanda bahwa rumahnya akan ditingkatkan. Tapi kenapa perasaan ini mebenarkan bahwa ini adalah rumahnya? Ah, sudah lah. Ikuti saja perasaanmu.
Sesampainya di lantai bawah, aku pun hanya sebentar berada di sana. Tiba-tiba aku pergi dengan tujuan yang tak jelas karena aku tidak bisa mengingat kemana tujuanku sebenarnya. Aku pun pergi tanpa pamit. Aku pun berjalan menyusuri jalan yang tak begitu ramai. Bahkan aku cukup familiar dengan jalan ini. Eh, tunggu… Rasanya aku benar-benar kenal jalan ini. Ini kan jalan dekat rumahku. Di seberang jalan ini, ada mesjid besar yang memang letaknya cuma 300 meter dari rumahku. Tapi bagaimana mungkin??? Masa’ aku baru saja keluar dari rumahnya dan tiba-tiba sudah berada di jalan dekat rumahku sih? Ah, sudah lah. Aku teruskan saja perjalanan ini.
Ketika aku baru mulai melangkahkan kaki kembali. Tiba-tiba ada sebuah mobil sedan dengan atap terbuka datang menghampiriku. Ada 2 orang laki-laki di sana. Mungkin ada seorang perempuan juga duduk di jok belakang, tapi aku tak ingat. Ternyata dr 2 org laki2 itu, 1 diantaranya adalah Dia. Hah? Dia datang menjemputku bahkan ingin mengantarkan aku ke tempat tujuan. Baik sekali dia, bahkan dia yang akan menyetir mobilnya. Eiitss… tunggu dulu. Bukan dia yang menyetir…tp temannya. Huh…bahkan di dunia yang aneh ini pun, dia tak bs menyetir *sigh. Akhirnya aku pun duduk di jok belakang.
Mobil kemudian berhenti di sebuah toko mainan yang cukup ramai. Aku sndr tak tau knp dia memutuskan utk berhenti di sana & aku menurut saja. Kami pun masuk ke sana, berempat (klo memang perempuan itu benar2 ikut dgn kami). Aku melihat2 mainan di dlm toko. Kami berpencar. Aku sndrian, perempuan itu sndrian (klo dia memang ada), dan dia dgn temannya mencoba mainan video game yang memang disediakan di toko itu. Mereka berdua sangat seru bermain. Standarlah…sperti anak laki2 yg menggilai main WE atau CS. Tiba2 aku merasa perutku sakit sekali….sangat2 sakit. Ntah kenapa aku merasa lelah sekali, bahkan aku tak kuat berdiri dan berjalan karena sakit yang tak tertahankan.
Aku pun dibopong oleh teman perempuannya (yg tnyt skr dia memang ada di toko itu). Perempuan itu berteriak memanggil dia. Aku pun beristirahat & duduk di dlm toko itu. Tiba2 perempuan itu berkata pada dia "Kamu seharusnya lebih merhatiin dia dong. Kasian…jgn sampai kecapean. Dia kan sedang hamil muda. Skr ini masih dlm masa rawan, hati2 jgn smp keguguran." Hah? Memang siapa yg hamil? Tp kenapa perempuan itu mengisyaratkan bahwa seolah2 aku yg hamil? Aku pun menoleh ke arah perutku dan merabanya. Astaghfirullah…. perutku membuncit & membesar. Apa? Aku hamil 3 bulan lebih dan aku ga ingat sama sekali kpn aku nikah. Dan aku ga ingat pula dgn siapa aku nikah. Seingatku juga, aku ga pernah melakukan hubungan terlarang. Yang aku ingat saat ini, aku seorang wanita 24 th yg bekerja, lulusan elektro, dan aku memang punya pacar. Tapi…kami ga pernah melakukan hal2 di luar batas. Tapi bgmn mgkn perutku bs sebesar ini? Dan anak siapa ini? Siapa bapaknya? Jgn2 aku melakukannya scr tak sadar. Mgkn aku dicekoki obat tdr, dan selama aku tak sadar… dia melakukannya padaku. Tapi…tidak mgkn…dia tak spt itu.
Setelah limbung, linglung, & bingung dgn kenyataan yg ada. Aku pun kembali merasakan sakit pd perutku. Sakiiiiit sekali. Perempuan itu pun meminta dia utk segera mencari sesuatu utk menghilangkan rasa sakitku. Tp ntah apa yg bs menyembuhkan aku. Perempuan itu pun tak menyebut nama suatu benda atau barang. Tp dia lgsg mengerti dan sigap mencari, bahkan berlari.
Setelah bbrp saat, sakit pun hilang. Aku meminta kpd perempuan itu utk menemaniku ke rumah kos ku yg dulu ku tempati sewaktu msh kuliah di Depok. Tak lama, aku pun sampai di sana. Aku tak tau bgmn caranya kami berdua bs smp di sana. Seingatku perjalannya ckp memakan waktu kira2 1 jam. Aku pun menekan bel yg suaranya sangat khas, dan aku sangat ingat sekali dgn bunyinya "Ting tong…. Assalamualaikum…". Aku menekan sekali lagi… Dan tiba2 keluar lah sesosok wanita dgn postur yg ckp aku kenal. Ternyata dia Mbak Siti. Wah.. dia msh kerja di sini? Betah juga ya… Dia pun menyapa "Apa kbr mbak? Mari silakan masuk. Mau ktm sama bpk & ibu? Maaf ya, mrk lg ga ada." Dia sempat melihat perutku yg agak membesar, tp dia tdk bertanya apapun soal kehamilanku. Dia tampak tdk kaget. "Ga apa2 mbak. Saya & teman saya boleh masuk?". "Ooo, boleh. Mari msk mbak." "Mbak, aku boleh naik ke atas? Aku mau liat kmrku yg dulu." "Mari mbak, silakan." Aku pun lgsg menjajaki tangga menuju mantan kamar kos ku. Eits…tunggu.. Aku tidak berjalan menapaki anak2 tangga itu, tp aku berlari. Hah? Bgmn mgkn? Aku kan sdng hamil (walaupun hny berdasarkan kata perempuan itu). Tp rasa sakit serta bentuk perutku yg membuncit membuktikan kebenaran kata2nya, sehingga aku pun jd percaya klo aku hamil.
Sesampainya di lantai 2, aku melihat perubahan yg cukup mengagetkan. Knp lantai 2 ini jd lbh luas dr yg dulu? Pdhl lantai bwh sama sekali tdk berubah, bhkn tdk diperbesar. Tp knp lantai 2 ini jd luas sekali?? Dulu hny ada 6 kmr, tp skr knp ada 7 atau bhkn 8 kmr? Ruang tamu yg dulu diisi kursi2 tamu, skr tiba2 diisi 2 buah kasur busa ukuran single lengkap dgn sprei warna kuning, dilengkapi masing2 1 buah bantal & 1 buah guling. Buat apa kasur ditaruh di luar kamar? Tiba2 Mbak siti mengajakku ke sebuah kamar. Kamar yg letaknya bersebelahan dgn mantan kmrku. Pintunya pun sejajar dgn pintu kmrku. Dia membuka pintunya. Kamar itu begitu luas…bahkan cukup luas. Ada 2 tmpt tdr single bed di sana. Tp tiba2 pemandangan yg br saja aku lihat sirna. Kmr itu mjd kosong, gelap, dengan cat tembok yg berkelupas. Bgmn mgkn dlm sekejap terjadi perubahan sedrastis itu.
Tiba2 semua gelap, hilang. Dan pandangan berubah menjadi terang seketika tersiram sinar lampu kamar. Aku membuka mata, aku berada di kamarku, di rmh, di atas tmpt tidurku. Dalam keadaan terbaring, tersadar, perut rata, tak ada rasa sakit lg. Aku menoleh jam dinding yg tak terletak di dinding, sudah jam 4 krg 20 menit. Sudah saatnya sahur. Aku pun bgn & beranjak dgn memori seperti semula ditambah memori yg baru saja aku dpt bbrp saat sblmnya. Memori bahwa duniaku tiba2 aneh, dipenuhi org2 aneh, dan hal paling aneh yg terjadi dr serangkaian hal2 aneh itu adalah bahwa aku pernah hamil, hahaha….
PS: Ini akibatnya klo megang perut org hamil tanpa permisi. Pegang duluan, br minta ijin belakangan
. FYI ya, siangnya gw abis megang perutnya Yanni yg kebetulan lg hamil hampir 6 bulan.












asli…hahahaha….ck..ck..
Hahaha..gw semalem juga mimpi hal serupa, bets…aneh banget Sumpah….
wah..semalem gw juga mimpi hal serupa, bets…
Sumpah…aneh banget rasanya
mimpi aneh…
wah atik mana tuh yg mimpinya serupa? atik elektro? jgn2 dia cewe yg duduk di jok blkg