Thu 19th Oct, 2006, renungan

Selamat Lebaran

Lebaran sebentar lagi
Berpuasa sekeluarga
Sehari penuh yang sudah besar
Setengah hari yang masih kecil
Alangkah asyik pergi ke masjid
Shalat tarawih bersama-sama

Lebaran sebentar lagi
Berpuasa dengan gembira
Menahan lapar menahan nafsu
Melatih diri sedari kecil
Membaca Qur’an Shalat Tarawih
Melatih iman sedari kecil

Sesudah saling bermaafan
Dengan penuh keikhlasan
Ya Tuhan mohon keridhoan
Sepenuh kasih dan sayang

Lebaran sebentar lagi
Tak ada miskin tak ada kaya
Semua sama di depan Tuhan
Yang berbeda Cuma amalnya
Semua ingin Lailatul Qadar
Semoga kita mendapatKANnya

(Lebaran Sebentar Lagi, Song By Djaka Bimbo, Lyrics By Taufik Ismail)

Buat semua saudara2ku, teman2ku, pengunjung2 blogku, & siapa aja yg pernah mengenal diriku… Tolong dibukakan pintu maafnya. Maafkan saya atas segala kesalahan. Mohon dimaafkan segala kesalahan ucap, tingkah dan laku yg pernah menyinggung anda2 semua. Semoga Ramadhan ini telah menempa kita menjadi pribadi yang lbh baik di mata Allah SWT, amiiin.

Tue 3rd Oct, 2006, renungan

Aku Berduka

Astaghfirullahaladziim… Innalillahi wa innailaihi rajiuun… Aku terdiam, membaca thread di blogfam. Tnyt salah satu moderatornya telah berpulang ke Rahmatullah. Semoga almarhumah mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, amiiin. Rasa simpati ini hadir walaupun aku tak sempat langsung mengenalnya. I only know her by her writing. I only know her by joining blogfam.

Selamat jalan Bunda….

Tentang Bunda: puisi bunda, buah hati bunda, dapur bunda

Tue 22nd Aug, 2006, renungan

Aku Di Antara

Novel2 bergenre "metropolis" atau pun novel pop tentang kehidupan moderen kota besar sekarang lg bnyk berjamur di toko2 buku. Yup, gw emang salah satu pembacanya. Yup (lagi), gw emang skr (cukup) sering beli sehingga menghabiskan kocek pribadi maupun kocek pacar. Dr buku2 yg gw baca & beli, semuanya memiliki keseragaman dalam gaya bahasa, tipe cerita, maupun karakter tokoh yg ada di dalamnya. It was interesting, menarik, bikin senyum dan ketawa, and pastinya membuka cakrawala baru tentang tipe gaul & gaya hidup org2 di kota besar. Klo boleh gw menarik kesimpulan, cewe2 & cowo2 yg diceritain dlm buku2 itu: rata2 merokok (bahkan perokok berat), branded oriented, suka kongkow di cafe (sekaligus penggila kopi), takut menikah, mandiri, gaul abis dan seterusnya dan seterusnya….
Sebelum baca buku2 yg bergenre spt itu, gw sempet suka juga beli buku psiko-religi alias buku psikologi yg benuansa keagamaan. Cukup menarik…., bs mengimbangi bacaan gw yg satunya lagi (which is genre metro itu). Setidaknya gw berusaha tawazun alias seimbang (gaul & religi saling beriringan), biar ga kolot2 amat & ga gaul yg kebablasan. Sekarang gw kepikiran…ada ga ya buku yg genrenya di antara itu (hehehe…kesannya grey area). Eh, ada sih buku2 yg berusaha mengimbangi keduanya tp kesannya tetep aja itu lbh ke buku yg ngajarin religi alias msh aja berat sebelah walopun sdkt. Contohnya buku2 novel agamis. Hehehe, gw nulis ini bukan untuk men-judge apa pun & siapa pun tp cm sebagai masukan dan pelampiasan uneg-uneg di dlm kepala.
Btw beneran ada ga sih yang nulis genre "grey area" itu? Gw mau dong beli and baca bukunya. Soalnya menurut gw, gw itu berada diantaranya. Ga terlalu kaku2 amat tp ga terlalu luwes2 bgt. Msh suka ngomongin org, dan ga suka klo mulut ini terlalu diam tanpa suara. Ga suka merokok, ga mau org2 terdekatnya merokok tp tetap memberikan kesempatan temennya yg emang perokok. Bukan anggota komplotan pencinta kafe & penggila kopi, tp bukan juga anggota tetap majelis mingguan. Klo dr sisi putih…gw ga putih2 amat….klo dr sisi belang (gw ga bilang hitam lho)…belang gw ga membentuk pola indah kayak zebra maupun harimau. Bukan branded oriented tp bukan juga org yg ga tau mode apalagi ketinggalan jaman. Ga suka dgn pergaulan cewe & cowo yg ga ada batasnya tp ga suka klo terlalu menutup diri. Hhmmm… ada yg bisa nunjukin novel kayak gitu ga??? Well setidaknya koleksi buku gw jd lebih berwarna (lagi)…

Tue 21st Mar, 2006, renungan

Selepas Hujan

Pemandangan selepas hujan dr ketinggian 8 lantai memang lumayan menyegarkan mata. Di saat matahari mulai kembali bersinar, angin sepoi-sepoi pun nampaknya juga berani ikut bergerak. Saat itu lah banyak titik-titik yg melayang di angkasa, melambai-lambai tertiup angin. Ya, itu adalah layang-layang.

Layang-layang terbang di antara gedung-gedung pencakar langit. Menambah semarak langit biru cerah selepas hujan sore ini. Khayalan saya lepas, sebebas layang-layang terombang-ambing ditiup angin. Hhmmm, terasa segar sekali. Relaks….santai…segar…tenang…. Perasaan lepas tak terbelenggu, senyuman lebar serta tarikan nafas yang dalam.

Wed 15th Feb, 2006, keluh-kesah, renungan

Menghitung Menit

Beberapa menit lagi (salah) tepatnya bbrp jam lagi gw bakalan pulang neh. Ud ga tahan, ud capek bgt. Tepatnya sih bosan dengan segala rutinitas yg tiada akhir ini. Kelelahan yg menerpa serta kebosanan yang tak kunjung berakhir. Serta kerinduan akan masa-masa relax & santai. Dan jangan lupakan pula, keinginan yg besar utk hidup yg lebih baik dan lebih baik lagi di masa depan.

Many thoughts, many dreams, many ambitions, many efforts & many prays.  

Wed 15th Feb, 2006, keluh-kesah, renungan

Proyek Mubazir

Aneh deh. Jakarta itu kebanyakan melakukan hal-hal yang ga penting, klo boleh dibilang begitu. Contohnya aja kayak proyek perombakan halte bus di sepanjang jalan protokol di ibukota. Halte bus skr dibuat dgn model penampakan "futuristik" alias lebih banyak terbuat dr metal yg berwarna silver. Padahal halte yg lama msh cukup bagus dan msh terhitung baru juga. "Bang Yos, tolong dong jgn buang2 uang anggaran APBD. Kan lbh baik dananya dialokasikan ke tempat lain yg lbh bermanfaat".

Sebuah niat yg baik tp cara pelaksanaannya yg kurang bijak.
Buat apa merenovasi halte bus yg jelas2 ga ada urgensinya. Sayang sekali, penggunaan dana yg katanya "terbatas" tapi pd kenyataannya digunakan untuk hal yang kurang penting klo dilihat dr kacamata "zaman susah" kayak gini. Pfiuh…heh…(menghela nafas…)